Deskripsi Singkat mengenai Kak Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan - Pengembangan Otomasi Perpustakaan Provinsi
- Lima tahun ke kedepan jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengalami pengurangan sebanyak +/- 3.500 pegawai karena proses alami yaitu memasuki usia pensiun. Disisi lain penerimaan pegawai Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir tidak ada penerimaan pegawai, bahkan untuk tahun selanjutnya. Situasi ini akan menyulitkan Organisasi Pemerintah Daerah yang bertugas memberi layanan publik pada masyarakat
- Seiring tuntutan masyarakat tentang layanan publik yang meningkat dari tahun ke tahun, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mau tidak mau, siap tidak siap harus tetap memberikan layanan publik. Salah satu layanan publik yang diberikan kepada masyarakat yaitu layanan perpustakaan. Masyarakat berharap layanan perpustakaan meningkat dengan ditandai layanan cepat, tepat serta realtime dan diberikan secara percuma.
- Permaslahan tersebut mau tidak mau harus dihadapi, diatasi daan diantisipasi sejak dini, mengingat proses alami pegawai yang memasuki pensiun tidak mungkin dihambat dan dihindari. Untuk mengatasi berkurangnya pegawai, dan layanan publik yang tetap prima, yaitu dengan mengadopsi teknologi informasi, yaitu dengan:
- Pengembangan infrastruktur pelayanan perpustakaan Berbasis Radio Frekuensi Identification (RFID) beserta peralatan dan aplikasinya
- Pengembangan perpustakaan digital
- Pengembangan media sosial Perpustakaan Provinsi.
- Teknologi ini kedepan akan mengurangi keterlibatan petugas dalam melayani masyarakat, karena semua transaski dan sirkulasi sudah diambil alih dengan teknologi tersebut, dan keterlibatan anggota perpustakaan dalam proses sirkulasi layanan baik peminjaman dan pengembalian lebih mandiri, mempermudah memperoleh literasi melalui Teknologi informasi (internet)
- Teknologi RFID untuk perpustakaan memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pelayanan perpustakaan terutama pada segi efisiensi sirkulasi koleksi, keamanan koleksi perpustakaan, dan efektifitas pendataan ulang koleksi perpustakaan (stock opname).